Global warming & kerusakan LH
Global warming &
kerusakan
lingkungan hidup
Global warming adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan
daratan Bumi.
Suhu
rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ±
0.32 °F) selama
seratus tahun terakhir.
Intergovernmental Panel on Climate Change
(IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata
global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh
meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia“ melalui
efek rumah kaca.
Suhu
global di perkirakan akan menyebabkan :
1.
Naiknya permukaan air laut
2.
Meningkatnya intensitas fenomena cuaca yang
ekstrem
3.
Serta perubahan jumlah dan pola presipitasi
Pengaruh pengaruh lainnya ialah :
1.
Terpengaruhnya hasil pertanian
2.
Hilangnya gletser
3.
Punahnya berbagai jenis hewan
Efek pemanasan
Global
1. Efek rumah kaca
Efek rumah kaca ini sangat dibutuhkan oleh
segala makhluk hidup yang ada di bumi, karena tanpanya, planet ini akan menjadi
sangat dingin. Dengan suhu rata-rata sebesar 15 °C (59 °F), bumi sebenarnya telah lebih panas 33 °C (59 °F) dari suhunya semula, jika tidak ada efek rumah kaca suhu bumi hanya
-18 °C sehingga es akan menutupi seluruh permukaan
Bumi. Akan tetapi sebaliknya, apabila gas-gas tersebut telah berlebihan di
atmosfer, akan mengakibatkan pemanasan global.
2.Efek umpan balik
Umpan balik
penting lainnya adalah hilangnya kemampuan memantulkan cahaya (albedo)
oleh es. Ketika suhu global meningkat, es yang berada di dekat kutub mencair
dengan kecepatan yang terus meningkat. Bersamaan dengan melelehnya es tersebut,
daratan atau air di bawahnya akan terbuka. Baik daratan maupun air memiliki
kemampuan memantulkan cahaya lebih sedikit bila dibandingkan dengan es, dan
akibatnya akan menyerap lebih banyak radiasi Matahari. Hal ini akan menambah
pemanasan dan menimbulkan lebih banyak lagi es yang mencair, menjadi suatu
siklus yang berkelanjuta.
Dampak pemanasan global
• Iklim mulai tidak stabil
• Peningkatan permukaan laut
• Suhu global cenderung meningkat
• Gangguan ekologis
Dampak sosial politik
• Perubahan cuaca dan lautan
: mengakibatkan munculnya
penyakit-penyakit yang berhubungan dengan panas (heat stroke) dan kematian.
• Pergeseran ekosistem
: memberi dampak pada
penyebaran penyakit melalui air (Waterborne diseases) maupun penyebaran
penyakit melalui vektor (vector-borne diseases). Seperti meningkatnya kejadian
Demam Berdarah karena munculnya ruang (ekosistem) baru untuk nyamuk ini
berkembang biak.
Dalam laporan yang dikeluarkannya tahun 2001, Intergovernmental Panel
on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa suhu udara global telah
meningkat 0,6 derajat Celsius (1 derajat Fahrenheit) sejak 1861. Panel setuju
bahwa pemanasan tersebut terutama disebabkan oleh aktivitas manusia yang
menambah gas-gas rumah kaca ke atmosfer. IPCC memprediksi peningkatan suhu
rata-rata global akan meningkat 1.1 hingga 6.4 °C (2.0 hingga 11.5 °F) antara
tahun 1990 dan 2100.
Model iklim global
Para ilmuwan telah mempelajari pemanasan global berdasarkan model-model
computer berdasarkan prinsip-prinsip dasar dinamikan fluida, transfer radiasi,
dan proses-proses lainya, dengan beberapa penyederhanaan disebabkan
keterbatasan kemampuan komputer.
model-model iklim juga
digunakan untuk : menyelidiki penyebab-penyebab perubahan iklim yang terjadi
saat ini dengan membandingkan perubahan yang teramati dengan hasil prediksi
model terhadap berbagai penyebab, baik alami maupun aktivitas manusia.
Komentar
Posting Komentar